Kondisi Masyarakat Sekitar Radio Rodja dan Rodja TV

Masyarakat di sekitar komplek Rodja, tempat Masjid Al Barkah berdiri memang terbilang lain daripada yang lain. Apa yang menonjol dari Kampung Tengah adalah gambaran aktivitas warga yang menisbahkan diri kepada ajaran Salafush Shalih (para pendahulu yang saleh), yang mempraktikkan ajaran Islam yang masih murni.

FAKTA 3: MASYARAKAT SEKITAR

Masjid Al Barkah, tempat Radio Rodja mengudara.

Orang-orang lalu lalang di jalan Kampung Tengah, tempat sebagian besar ruko berdiri di sepanjang gang yang menjual busana muslim, obat herbal, kurma, dan sebagainya. Sejumlah kaum perempuan mengenakan niqab, pakaian terusan berwarna hitam hingga pinggang dengan kain cadar menutupi wajah kecuali mata. Sedang kaum pria berjenggot dan bercelana di atas mata kaki.

Kampung Tengah adalah sebuah desa di Cileungsi, sebuah kawasan industri di Bogor, tempat ada sebuah kantor polisi, rumah-rumah di sepanjang jalan, dan sekitar 250 meter dari mulut jalan ada sebuah masjid besar bernama Al Barkah. Di sana juga ada kompleks perumahan As Sunnah dan yayasan pendidikan bernama Cahaya Sunnah. Iwan, 40 tahun, Ketua RT 03/RW 03 ialah warga asli Kampung Tengah. Ia mengatakan masyarakat tidak mempersoalkan dakwah Rodja. Sebaliknya, masyarakat justru merasa terbantu dengan kehadiran Rodja.

“Alhamdulillah adanya Masjid Rodja (Masjid Al Barkah) masyarakat merasakan manfaatnya. Misalnya ada sumbangan bansos,” ujarnya seperti yang dikutip Ayat-Kursi.com dari Tirto.

Ucapan senada disampaikan Samsuddin, Ketua RW 03. Menurutnya, kehadiran Masjid Al Barkah turut membawa nama baik kampung. Sejak Rodja hadir, banyak warga luar Cileungsi yang membeli tanah dan membangun rumah di sini. Sejumlah tokoh tenar seperti artis Tengku Wisnu, Cesar, dan Eva Arnaz juga sering mengaji di sini. “Kalau orang dekat sama Masjid Rodja tenang pikiran,” ujarnya.