Tampilkan postingan dengan label Wawasan. Tampilkan semua postingan

12 Fakta Mengagumkan Radio Rodja dan Rodja TV

Banyak yang ternyata belum tahu fakta dibalik TV Rodja dan Radio Rodja. Disini akan dibahas fakta mengagumkan dan mencengangkan yang membuat masyarakat Indonesia menjadi terkejut.

FAKTA 1: SEJARAH RODJA

Rodja TV
Logo Radio Rodja dan Rodja TV

Sejarah berdirinya Radio Rodja dimulai ketika Ustadz Badrusalam pulang dari Madinah. Beliau memulai ceramah di Masjid Al Barkah setiap pekan sebelum sebesar sekarang. Pada 2005, guna menyebarkan dakwah sunnah agar tersebar, para pemuda Masjid Al Barkah mulai mendirikan sebuah radio melalui Yayasan Cahaya Sunnah. Radio tersebut ditetapkan dengan nama "Rodja", yang berasal dari singkatan Radio Dakwah Ahlussunnah wal Jamaah.

Bermodal uang sekitar Rp 3,5 juta, Radio Rodja mengudara untuk kali pertama, Maret 2005. Ketika itu semua masih serba sederhana. Alat pemancar dirakit sendiri. Studio siaran memanfaatkan salah satu ruangan Masjid Al Barkah. Radius jangkauan siarannya pun hanya sekitar 5 kilometer. Rupanya kehadiran Radio Rodja mendapat respons positif masyarakat. Bertambahnya pendengar, persoalan kemudian muncul. Pada 2007, siaran Rodja tertimpa oleh saluran radio milik Angkatan Laut yang memakai jangkauan frekuensi lebih besar. Gara-gara itu para pendengar protes. Mereka heran radio dakwah seperti Rodja menyiarkan program musik. Akhirnya, sejumlah pendengar berinisiatif menggelar pertemuan di Masjid Al Barkah, tempat Rodja bermarkas. Pertemuan dihadiri sekitar 40 orang pendengar. Mereka sepakat Rodja harus diselamatkan. Forum akhirnya memutuskan mengganti frekuensi siaran Rodja dari 107.9 FM menjadi 756 AM.

Ustadz Firanda, Dakwah Sunnah dan Presiden Sukarno

Seluruh Ustadz Ahlus Sunnah menyerukan dakwah agar setiap Muslim dan Muslimah untuk selalu berpegang teguh kepada Al Qur'an dan As Sunnah, tidak terkecuali Ustadz Firanda Andirja. Beliau menyerukan agar kita mengikuti pemahaman Salafush Shalih.

FAKTA 10 : SOEKARNO


Hal yang menarik adalah dakwah kepada pemurnian agama yang kini dibawah oleh Ustadz Sunnah, sudah diserukan sejak lama oleh Presiden Soekarno. Ustadz Firanda telah mempublikasikan ulang buku yang memuat pidato Soekarno. Presiden Soekarno berpesan agar umat Islam kembali kepada Manhaj Salaf. Di dalam buku yang berjudul "Dibawah Bendera Revolusi", yang memuat kumpulan tulisan dan pidato-pidato beliau) jilid pertama, cetakan kedua, Tahun 1963, pada halaman 390, beliau mengatakan sebagai berikut:

"Tjobalah pembatja renungkan sebentar "padang-pasir" dan "wahabisme" itu. Kita mengetahui djasa wahabisme jang terbesar: ia punja kemurnian, ia punja keaslian, - murni dan asli sebagai udara padang- pasir, kembali kepada asal, kembali kepada Allah dan Nabi, kembali kepada islam dizamanja Muhammad!"

Tak hanya itu, Presiden Ir. Sukarno menegaskan kembali dengan mengatakan:

"Kembali kepada kemurnian, tatkala Islam belum dihinggapi kekotorannya seribu satu tahajul dan seribu satu bid'ah. Lemparkanlah djauh-djauh tahajul dan bid'ah itu, njahkanlah segala barang sesuatu jang membawa kemusjrikan!"

Mujiarto Karuk memperkuat pernyataan Presiden Sukarno dengan mengatakan:

Nampak jelas bahwa presiden pertama RI, Ir. Sukarno, sendiri menganggap gerakan wahabi adalah suatu gerakan "Pemurni Islam", gerakan yang menentang seribu satu Tahayul dan Bid'ah yang ada dalam Islam, dengan semboyan "Kembali kepada Allah dan kepada Nabi"

Scan dari buku tersebut:



Hubungan Internasional Ustadz Sunnah/Ustadz Rodja

Ustadz sunnah di Indonesia mempunyai hubungan yang baik dengan ustadz sunnah yang berasal dari negara lain. Banyak yang telah menjalin kerjasama antar asatidzah, misalnya seperti Ustadz Yufid TV dengan Ustadz Hussain Yee di Malaysia. Hal ini bertujuan untuk menyebarkan dakwah salafiyyah di seluruh penjuru dunia.

FAKTA 11: HUBUNGAN INTERNASIONAL

Ustadz Rodja termasuk yang bekerjasama dengan ustadz dari luar negeri. Contohnya saja, Ustadz Mubarak Bamualim yang mempunyai hubungan baik Dr. Bilal Philips. Beliau mengundang Ustadz Dr. Bilal Philips untuk mengisi kajian di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya yang dipimpin oleh beliau sendiri.

Ustadz Dr. Bilal Philips memberi nasihat kepada para penuntut ilmu Indonesia

Bilal Philips adalah seorang ustadz sunnah internasional yang berasal dari Kanada. Beliau dikenal sebagai pemateri tetap pada TV milik Zakir Naik, yakni Peace TV). Ustadz Dr. Bilal Philips, lahir di Jamaika dan besar di Kanada, adalah seorang mualaf dan sebelum menjadi seorang muslim, ia berprofesi sebagai musisi atau tepatnya seorang gitaris profesional. Ustadz Bilal Philips memutuskan masuk Islam pada tahun 1972.

Proses masuk Islamnya pun terbilang cukup singkat, hanya enam bulan saja setelah membaca buku-buku Islam dan berdiskusi tentang Islam. Setahun setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, Philips mendaftarkan diri ke jurusan studi Islam di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dan belajar kepada Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Banyak orang dari Amerika, Australia, Inggris, Rusia, Cina, Jerman, Philipina, Sri Lanka, India dan Pakistan, masuk Islam berkat jasa beliau.

Sumber Dana Operasional Radio Rodja

Kabar yang beredar bahwa Radio Rodja dan Rodja TV mendapatkan bantuan dana dari asing, seperti Arab Saudi. Apa benar seperti itu? Kita akan simak fakta yang sebenarnya.

FAKTA 2: DANA RODJA

Ruang Studio Radio Rodja, tempat Rodja beroperasi

Dana operasional Rodja sebenarnya adalah murni dari sumbangan para pendengar Radio Rodja dan penonton Rodja TV. Tidak ada dana dari Arab Saudi ataupun pemerintah Indonesia yang turut menyumbang. Ketika terjadi pergantian frekuensi Radio Rodja dari FM ke AM, dana tersebut bersumber dari 40 orang yang hadir tersebut, mereka bersama-sama mengumpulkan dana sampai sekitar Rp 80 juta atau Rp 90 juta. Sejak bermigrasi ke gelombang AM pada Mei 2007, Radio Rodja mengalami kemajuan pesat. Karakteristik sinyal AM memiliki daya jangkau jauh lebih luas ketimbang sinyal FM. Rodja dapat menjangkau pendengar dari pelbagai wilayah, baik dari radio analog (756 AM) maupun radio streaming. Jangkauan frekuensinya merentang dari Jabodetabek hingga ke Cikampek.

Siaran-siaran Rodja bisa bertahan berkat sumbangan pendengar. Ajakan menyumbang diumumkan melalui radio maupun teks berjalan di kanal Rodja TV. Sumbangan dibagi dalam empat kategori: Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, dan suka rela. DirektuR Rodja, Agus Hasanudin mengatakan, dalam sebulan, Rodja bisa menerima uang sekitar Rp150 juta. Dari sumbangan inilah mereka menjalankan operasional harian tanpa iklan.

Kondisi Masyarakat Sekitar Radio Rodja dan Rodja TV

Masyarakat di sekitar komplek Rodja, tempat Masjid Al Barkah berdiri memang terbilang lain daripada yang lain. Apa yang menonjol dari Kampung Tengah adalah gambaran aktivitas warga yang menisbahkan diri kepada ajaran Salafush Shalih (para pendahulu yang saleh), yang mempraktikkan ajaran Islam yang masih murni.

FAKTA 3: MASYARAKAT SEKITAR

Masjid Al Barkah, tempat Radio Rodja mengudara.

Orang-orang lalu lalang di jalan Kampung Tengah, tempat sebagian besar ruko berdiri di sepanjang gang yang menjual busana muslim, obat herbal, kurma, dan sebagainya. Sejumlah kaum perempuan mengenakan niqab, pakaian terusan berwarna hitam hingga pinggang dengan kain cadar menutupi wajah kecuali mata. Sedang kaum pria berjenggot dan bercelana di atas mata kaki.

Kampung Tengah adalah sebuah desa di Cileungsi, sebuah kawasan industri di Bogor, tempat ada sebuah kantor polisi, rumah-rumah di sepanjang jalan, dan sekitar 250 meter dari mulut jalan ada sebuah masjid besar bernama Al Barkah. Di sana juga ada kompleks perumahan As Sunnah dan yayasan pendidikan bernama Cahaya Sunnah. Iwan, 40 tahun, Ketua RT 03/RW 03 ialah warga asli Kampung Tengah. Ia mengatakan masyarakat tidak mempersoalkan dakwah Rodja. Sebaliknya, masyarakat justru merasa terbantu dengan kehadiran Rodja.

“Alhamdulillah adanya Masjid Rodja (Masjid Al Barkah) masyarakat merasakan manfaatnya. Misalnya ada sumbangan bansos,” ujarnya seperti yang dikutip Ayat-Kursi.com dari Tirto.

Ucapan senada disampaikan Samsuddin, Ketua RW 03. Menurutnya, kehadiran Masjid Al Barkah turut membawa nama baik kampung. Sejak Rodja hadir, banyak warga luar Cileungsi yang membeli tanah dan membangun rumah di sini. Sejumlah tokoh tenar seperti artis Tengku Wisnu dan Eva Arnaz juga sering mengaji di sini. “Kalau orang dekat sama Masjid Rodja tenang pikiran,” ujarnya.

Kota-kota yang Terdapat Radio Rodja dan Rodja TV

Seperti yang diketahui, Radio Rodja memiliki berbagai cabang di beberapa kota di Indonesia. Hal ini disebabkan agar dakwah sunnah semakin menyebar di seluruh Indonesia.

FAKTA 6: CABANG RODJA

Radio Rodja memiliki frekuensi 756 AM sebagai saluran utama mereka, yang berpusat di Masjid Al Barkah, Cileungsi. Siaran Rodja pada frekuensi ini yang menjangkau daerah Jabodetabek. Selain itu, ada juga Radio Rodja Bandung yang mempunyai frekuensi 1476 AM. Radio Rodja Bandung mengudara dari studio dan stasiun relay di kawasan Desa Selacau, Kampung Lembur Tengah, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Ustadz yang biasa menjadi pemateri pada Radio Rodja Bandung adalah Ustadz Abu Haidar As Sundawy.

Ustadz Abu Haidar As Sundawy mengisi pengajian sunnah berbahasa Sunda di Rodja Bandung
Setiap cabang Radio Rodja memegang prinsip sebagai radio dakwah non komersil, yang sangat memerlukan dukungan dan partisipasi para pendengar dan kaum muslimin pada khususnya. Kota lain seperti Kota Berau dan Pangkal Pinang juga dikatakan memiliki kanal Radio Rodja. Ada juga Radio Rodja Kebumen (RISS FM) mempunyai frekuensi 97.6 FM, Radio Rodja Bontang mempunyai frekuensi 95,8 FM, Radio Rodja Lampung (SMS) Lampung mempunyai frekuensi 91,1 FM, Radio Rodja Pontianak yang mempunyai frekuensi 94,7 FM.

Adapun Rodja TV dapat ditonton melalui parabola oleh seluruh masyarakat Indonesia. Frekuensi Rodja TV melalui satelit yakni Satelit Palapa D, Frekuensi: 4057, Symbol Rate: 2727, Polaritas: H (Horizontal), Video PID: 106, Audio PID: 107, PCR PID: 106.

Ulama Ahlus Sunnah yang Mendukung Radio Rodja dan TV Rodja

Rodja mempunyai hubungan yang sangat dekat dengan Ulama Ahlus Sunnah dari Luar Negeri. Beberapa Ulama Ahlus Sunnah dari luar negeri tersebut sangat mendukung dakwah sunnah yang telah disebarkan oleh Rodja, baik Radio maupun TV.

FAKTA 7: ULAMA RODJA

Jamaah Tabligh Akbar Rodja memadati Masjid Istiqlal

Rodja sudah sering mengundang Ulama Besar datang ke Indonesia. Bahkan, seperti Ulama Madinah yang bernama Syaikh Prof. Abdurrazzaq Al-Badr, datang setiap tahun ke Indonesia. Pada 26 Februari 2017, beliau mengisi acara Tablig Akbar yang digelar Radio Rodja dan Rodja TV dengan tajuk “Pilar-Pilar Stabilitas Keamanan Negara” di Masjid Istiqlal. Acara ini berjalan sukses dengan ratusan ribu jamaah memadati lima lantai Istiqlal. Uang infak yang terkumpul mencapai Rp 350 juta.

Syaikh Abdurrazaq Al Badr (Tengah) memberi ceramah pada Tabligh Akbar di Istiqlal
Bukan hanya Syaikh Prof. Abdurrazaq Al-Badr yang pernah diundang, ulama kenamaan seperti Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri (Ulama Besar, pernah menjadi Hai'ah Kibaril Ulama), Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili, Syaikh Ibrahim Ar Ruhaili, Syaikh Ali Hasan Al Halabi, Syaikh Dr. Shalih As Suhaimi, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang juga mendukung Radio Rodja dan mengisi tabligh akbar yang digelar Rodja. Selain itu, fatwa ulama besar seperti Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, Syaikh Abduz Aziz bin Baz, Syaikh Abdul Muhsin Al Badr, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsamin, dan Syaikh Shalih Al Fauzan juga ditayangkan oleh Rodja.

Perbedaan Salafi dengan Khawarij-Takfiri

Sebenarnya, apa yang membedakan antara Salafi, Wahabi, Aliran Khawarij? Benarkah ketiganya adalah hal yang sama atau jelas-jelas berbeda? Disini kami akan membahas ciri-ciri dan perbedaan mendasar antara Salafi dengan Khawarij dalam sebuah infografis.

FAKTA 10: TIDAK SUKA MENGKAFIRKAN

Ustadz Salafi/Rodja seringkali difitnah oleh Syi'ah sebagai Ustadz yang suka mengkafirkan orang. Mereka (Syi’ah) yang mengatakan Salafi adalah Takfiri bertujuan untuk mengadu domba umat Islam di Indonesia. Media-media dan orang awam juga sering salah memahami arti dari Salafi. Oleh karenanya, dalam infografis ini kami juga akan melengkapinya dengan contoh tokoh-tokoh Salafi dan tokoh-tokoh jihadi khawarij di zaman sekarang.

Akibatnya, banyak yang mengatakan bahwa Ulama Salafi seperti Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah takfiri. Padahal, tuduhan tersebut sama sekali tidak terbukti dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri yang membantah dengan berkata, “Adapun yang diceritakan oleh musuh-musuh tentang saya, bahwa saya menjatuhkan vonis kafir berdasarkan perasangka, dan berdasarkan muwalah (loyalitas, maksudnya jika ada orang yang tidak membela syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka dihukumi kafir-pen), atau aku mengkafirkan orang yang jahil (bodoh; tidak berilmu) yang belum tegak hujjah padanya, maka ini kedustaan (fitnah) yang besar.” [Maj'mu Muallafat Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, 3/14]

Salafi dan Khawarij Takfiri
Klik gambar untuk memperbesar!

Kelompok teroris dan Khawarij sangat membenci dengan tersebar luasnya poster di atas ini ke masyarakat luas. Bahkan, mereka mengkritisinya dan menuduh poster ini sesat karena tidak sesuai dengan pemahaman dan cara beragama mereka. Penyebabnya adalah karena Aqidah mereka dengan Aqidah Salafi sangat berbeda jauh. Disamping itu, poster ini dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui penceramah/tokoh-tokoh/ulama Jihadi Takfiri dan mana yang bukan. Mari kita dukung Pemerintah dalam memberantas pemahaman terorisme dan jaga keluarga kita dari aqidah sesat.

Keunikan Radio Rodja dan Rodja TV

Karakteristik dari siaran Radio Rodja dan Rodja TV agak berbeda dengan Radio dan TV Dakwah yang lain. Hal ini yang menjadikannya sebagai kanal yang unik.

FAKTA 9: KARAKTER RODJA

Ciri pertama ialah Rodja sering bekerjasama dengan polisi untuk menangkal paham radikalisme. Rodja menentang kekerasan atas nama Islam. Menurut Ustadz sunnah yang menjadi pemateri Rodja, bom bunuh diri itu haram hukumnya karena tidak sesuai dengan tuntunan Al Qur'an dan Sunnah. Pandangan ini juga disampaikan Rodja dalam program mutiara hadits. Bahkan, kantor polisi terdekat kerap mengundang salah seorang ustadz dari Rodja untuk mengisi materi keagamaan.


Selain itu, ciri unik lain dari Rodja adalah tidak memutar musik islami, karena mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang mengharamkannya. Serupa dengan yang disampaikan oleh keempat Imam Mazhab yang mengharamkannya, bahkan juga seperti Zakir Naik yang juga mengharamkan musik. Ciri unik lain adalah Radio Rodja dan Rodja TV sangat anti dengan penggunaan hadits lemah dan palsu dalam ceramah. Menurut Rodja, hadits lemah dan palsu merupakan salah satu faktor utama menyebarnya bid'ah (perkara mengada-ada dalam agama) di tanah air. Oleh karenanya, pengelola Rodja TV berkomitmen untuk memilih ustadz yang berkompeten dibidangnya masing-masing agar ajarannya tidak menyimpang dari dalil Al Qur'an maupun Hadits Shahih.

Apa Sebenarnya Aliran/Mazhab Radio Rodja dan Rodja TV?

Ada yang bertanya tentang Mazhab apa yang sebenarnya diikuti oleh Rodja TV atau Radio Rodja. Jika kita memperhatikan atau menjadi pendengar setia, kita akan tahu apa mazhab Rodja.

FAKTA 4: MAZHAB RODJA

Mazhab Aqidah yang diikuti Asatidz (Ustadz-ustadz) Rodja adalah Ahlus Sunnah wal Jamaah, seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan diikuti oleh sahabat-sahabat dan keluarga beliau. Bisa juga disebut Aqidah Salafiyyah. Adapun Mazhab Fiqih, Radio Rodja dan Rodja TV rutin menayangkan pembahasan dari Kitab Mazhab Syafi'i. Contohnya, seperti pengajian kitab Safinatun Najah yang merupakan kitab fiqih karya seorang ulama besar dari kalangan mazhab Syafi’i yang bernama Syaikh Salim bin Sumair Al Hadhrami rahimahullah yang dibahas oleh Ustadz Dr. Arifin Badri.

Matan Abu Syuja' merupakan kitab fiqih yang telah banyak diterjemahkan oleh banyak penerbit

Selain itu, kitab Al Ghayah wa At Taqrib yang dikarang oleh Ulama Mazhab Syafi'i juga dibahas oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Kitab ini dikarang oleh Al Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah atas permintaan para muridnya dan teman–temannya dengan tujuan agar orang yang belajar fikih mazhab syafi'i dapat mengetahui hukum agama secara singkat dan mudah.

Meski begitu, Ustadz Sunnah yang mengisi di Rodja TV tidak terpaku pada Mazhab Syafi'i saja. Mereka semua sepakat bahwa fanatik terhadap salah satu dari Mazhab adalah sesuatu yang tercela karena para imam mazhab adalah manusia biasa yang tidak maksum, yang mungkin saja berbuat kesalahan. Oleh karenanya, semua ustadz sunnah Rodja tersebut mengambil pendapat dari semua imam mazhab Ahlus Sunnah, baik dari Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi), Imam Malik bin Anas (Mazhab Maliki), Imam Syafi'i (Mazhab Syafi'i), dan Imam Ahmad bin Hanbal (Mazhab Hambali) selama berlandaskan kepada Al Qur'an dan Hadits Shahih.

Streaming Rodja TV Tanpa Buffering dan Jernih

Rodja TV Live Streaming paling cepat dan ringan dengan kualitas gambar dan suara yang jernih. Rodja menyediakan streaming kepada para pemirsanya secara online, sehingga jangkauan pemirsa yang dapat mengakses menjadi luas.

FAKTA 12: STREAMING RODJA


Rodja TV Streaming ini tersedia bagi masyarakat yang tidak memiliki parabola dalam rumah mereka atau untuk masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri. Hal ini bertujuan agar para pemirsa setia menjadi tidak ketinggalan dalam menuntut ilmu agama berbahasa Indonesia karena dapat mengikuti kajian Islam melalui siaran langsung. Dibawah ini adalah Streaming TV Rodja yang kami sediakan untuk anda semua:


Itulah 12 fakta mencengangkan tentang Radio Rodja dan Rodja TV. Jika anda ingin membaca Fakta 1 tentang Rodja atau ada poin-poin fakta yang terlewatkan, silakan klik link dibawah ini untuk membacanya dari awal. Jika ingin copas, wajib cantumkan backlink ke website ini.

Kajian Sunnah dan Acara Radio Rodja dan Rodja TV

Radio Rodja dan Rodja TV mempunyai berbagai macam acara atau program. Saat ini, Rodja TV mempunyai kajian favorit yang biasa ditayangkan secara langsung.

FAKTA 5: KAJIAN DAN ACARA RODJA

Ustadz Nuzul Dzikri ketika mengisi kajian live di Rodja TV

Kajian favorit tersebut merupakan kajian yang membahas kitab Tadzkiratus Saami' Wal Mutakallim Fii Adabil ’Alim Wal Muta’alim, karya Ibnul Jama'ah. Kitab bagus yang membahas tentang adab dan akhlak. Pematerinya oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri. Kajian sunnah ini dapat didatangi secara langsung di Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang biasanya rutin diselenggarakan pada hari Sabtu Malam.

Selain itu, siaran favorit dari Rodja adalah sesi konsultasi keluarga merupakan salah satu program paling diminati pendengar. Acara ini disukai karena masalah umat dapat terjawab. Konten siaran hanya boleh berisi kajian agama, murottal (membaca) Quran, dan pembacaan hadits. Program kajiannya seputar fikih, tauhid, tajwid, bahasa Arab, dan baca Al Qur'an. Semua diminati oleh pendengar setia. Kalau dari pertanyaan yang banyak soal permasalahan keluarga. Biasanya hari Selasa dengan pemateri Ustadz Kholid Syamhudi.

Muhammad Basith, penyiar Radio Rodja, mengatakan program favorit di Rodja adalah pembahasan kitab yang disebut kajian subuh. Kitab yang dibahas di antaranya Shahih Bukhari (kitab koleksi hadis yang disusun Imam Bukhari), Silsilah Hadits Shahih, Matan Abu Syuja (kitab fikih ringkas karya Abu Syuja, ahli fikih dari mazhab Syafi'i).