Selama ini, mungkin kita hanya mengenal beberapa nama. Lantas, siapa saja ulama Aswaja yang tersebar di berbagai penjuru dunia? Disini kami beberkan figur dan tokoh Aswaja yang sebenarnya, yang bersambung keilmuannya dengan Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
Daftar Ulama Aswaja ini memuat nama-nama ulama terkemuka yang masih hidup hingga saat ini. Penomoran dalam poster tidak dimaksudkan sebagai peringkat berdasarkan keilmuan, kedudukan, atau pengaruh.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar! |
Karakteristik seorang ulama Aswaja dapat dikenali, antara lain, melalui ceramah, kajian, maupun karya-karya tulis yang mereka sampaikan kepada umat. Di antara karakteristik tersebut adalah:
1. Mengajak kepada tauhid dan keikhlasan dalam beribadah
Mengajak manusia untuk mengikhlaskan seluruh ibadah hanya kepada Allah Ta'ala serta menentang segala bentuk kesyirikan, termasuk pengkultusan atau pengkeramatan kuburan dan bentuk-bentuk kesyirikan lainnya.
2. Menetapkan nama dan sifat Allah sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah
Mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang ditetapkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah, termasuk mengimani bahwa Allah beristiwa di atas 'Arsy sebagaimana yang sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya dan tanpa menolak sifat yang telah ditetapkan oleh dalil.
3. Berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan hadis yang sahih
Menjadikan Al-Qur'an dan hadis yang sahih sebagai landasan dalam beragama serta mengingatkan umat agar berhati-hati terhadap ritual ibadah yang tidak memiliki landasan dalam agama, hadis yang lemah atau palsu, serta berbagai bentuk takhayul.
4. Merujuk kepada pemahaman generasi awal dan para imam mazhab
Menghargai dan merujuk kepada pemahaman para ulama terdahulu, khususnya generasi awal Islam dan para imam mazhab, tanpa mengkultuskan individu maupun bersikap fanatik secara berlebihan kepada mereka.
5. Menjaga ketertiban dan persatuan umat
Menaati pemerintahan yang sah dalam perkara yang baik dan membawa kemaslahatan, serta menolak pemikiran takfiri yang mudah dan serampangan dalam memvonis sesama Muslim sebagai kafir.
![]() |
| Klik gambar untuk memperbesar! |
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kita petunjuk dalam menuntut ilmu agama, sehingga kita tidak keliru dalam memilih ulama dan ustadz yang menjadi tempat kita mengambil ilmu. Silakan artikel ini dicopas atau dibagikan, dengan tetap mencantumkan backlink ke website ini sebagai bentuk penghargaan terhadap sumber tulisan.













